Detail Berita

Baca Berita Muhammadiyah Boarding School Trenggalek

Informasi lengkap seputar kegiatan dan prestasi di lingkungan SekolahKu

Tahukah Kamu?

Beginilah Cara Siswa MAM Trenggalek Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Sabun dan Lilin Aroma Terapi

24 September 2023 Admin
Beginilah Cara Siswa MAM Trenggalek Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Sabun dan Lilin Aroma Terapi

Lilin Aroma Terapi Karya Siswa Kelas X MAM Trenggalek/ foto: Pipit 

Siswa kelas X Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) Trenggalek menyulap minyak jelantah menjadi sabun cuci piring dan lilin aroma terapi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menerapkan Prinsip Kimia Hijau pada pembelajaran Kimia pada hari Kamis dan Jumat, (21- 22/9/23).

Pembuataan sabun cuci piring dan lilin aroma terapi ini bersama Pipit Rachmawati S.Pd, Guru Kimia MAM Trenggalek di halaman Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek. Pipit menjelaskan bahwasanya minyak jelantah yang biasanya langsung dibuang ke lingkungan, sebenarnya dapat diolah menjadi berbagai produk, mulai dari sabun, lilin, maupun biodiesel sebagai salah satu alternatif sumber energi terbarukan.

“Minyak goreng yang telah dipakai berulang kali atau disebut minyak jelantah berpotensi kanker, obesitas, dan penyakit lainnya. Selain itu jika langsung dibuang ke lingkungan, dapat mengurangi kesuburan tanah,” tuturnya.

Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi dibagi dalam 3 tahap, yaitu: 1) tahap penghilangan bau/zat racun dengan arang aktif; 2) tahap penjernihan minyak dengan bleaching earth; dan 3) tahap pengolahan minyak jelantah menjadi produk sabun cuci piring dan lilin.

Proses Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Minyak Jelantah/ foto: Pipit
“Proses pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring mudah, dimana minyak hasil penjernihan dicampur dengan KOH kemudian ditambah air hingga campuran tercampur sempurna. Kemudian menambahkan pewarna, pengharum sabun, dan ditambahkan garam untuk mengentalkan sabun,” jelasnya.

“Untuk pembuatan lilin, lanjutnya, cukup dengan memanaskan minyak dengan stearin yang berfungsi untuk mengeraskan minyak. Jika tidak ada stearin, dapat menggunakan lilin bekas yang sudah tidak terpakai sebagai campuran. Kemudian ditambahkan potongan krayon sebagai pewarna lilin dan parfum atau esensial oil sebagai pemberi aroma terapi,” lanjutnya.

Saat praktik, siswi MAM Trenggalek terlihat sangat antusias dalam pengerjaan proyek.  Hal tersebut merupakan pengalaman baru untuk mereka. Masing-masing peserta didik bersama kelompok secara aktif melalukan eksplorasi dengan mencari berbagi sumber referensi terkait langkah-langkah pengolahan limbah minyak jelantah.

“Meski di percobaan pertama pembuatan sabun cuci piring masih gagal, tetapi mereka belajar merefleksi dari kesalahan dan mengulang membuat sabun hingga benar-benar dihasilkan produk sabun sesuai yang diharapkan,” pungkasnya. Tim Redaksi

 

Bagikan:

0 Komentar

Bergabunglah dalam diskusi

Tinggalkan Komentar