Detail Berita

Baca Berita Muhammadiyah Boarding School Trenggalek

Informasi lengkap seputar kegiatan dan prestasi di lingkungan SekolahKu

Aksi

Ekskul Tata Boga MBS Trenggalek Latih Santriwati Olah Jajanan Tradisional Ongol-ongol

16 January 2026 Admin
Ekskul Tata Boga MBS Trenggalek Latih Santriwati Olah Jajanan Tradisional Ongol-ongol
Kegiatan ekstrakurikuler Tata Boga Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek Membuat Ongol-Ongol/foto: Anis
MBSMU.com — Kegiatan ekstrakurikuler Tata Boga Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek kembali digelar pada Kamis, 15 Januari 2026. Bertempat di Kampus Putri MBS Trenggalek, Desa Sumbergedong, kegiatan ini diikuti oleh 27 santriwati dengan pendampingan dua guru pembimbing, Yuriska Dyah Arninda dan Astiti Amalia.

Pada pertemuan kali ini, para santriwati mempraktikkan pembuatan jajanan tradisional khas Indonesia, yakni ongol-ongol singkong. Kegiatan berlangsung dengan antusias, mulai dari proses persiapan bahan, pengolahan adonan, hingga penyajian hasil masakan.

Guru pembimbing Tata Boga, Yuriska Dyah Arninda, yang akrab disapa Riris, menjelaskan bahwa ongol-ongol merupakan salah satu kue tradisional berbahan dasar singkong yang masih digemari hingga kini. 

“Ongol-ongol adalah kue berbahan singkong dengan cita rasa gurih manis dan tekstur kenyal. Selain mudah dibuat, jajanan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan kekayaan kuliner tradisional kepada santriwati,” ujarnya.

Hasil praktik pembuatan kue Ongol-Ongol Santriwati MBS Trenggalek/ foto: Anis

Dalam praktik tersebut, santriwati menggunakan bahan-bahan sederhana seperti singkong parut, gula pasir, santan kental, vanili, agar-agar tawar, kelapa parut, garam, serta pewarna makanan. Adonan singkong dibagi menjadi beberapa bagian dan diberi pewarna berbeda sehingga menghasilkan tampilan ongol-ongol pelangi yang menarik.

Proses pembuatan diawali dengan mengukus kelapa parut yang telah dicampur garam, kemudian mencampurkan singkong parut dengan santan, gula, vanili, dan agar-agar. Setelah dikukus selama kurang lebih 30 menit, adonan didinginkan, dipotong sesuai selera, dan dibaluri kelapa parut sebelum disajikan.

Melalui kegiatan ini, MBS Trenggalek tidak hanya membekali santriwati dengan keterampilan memasak, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap kuliner lokal serta melatih kemandirian dan kreativitas. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal hidup sekaligus peluang wirausaha di masa depan. [Tim Redaksi]


Bagikan:

0 Komentar

Bergabunglah dalam diskusi

Tinggalkan Komentar