Detail Berita

Baca Berita Muhammadiyah Boarding School Trenggalek

Informasi lengkap seputar kegiatan dan prestasi di lingkungan SekolahKu

Aksi

Melalui Kegiatan P5, MBS Trenggalek Ajari Santri Membuat Produk ini

9 September 2023 Admin
Melalui Kegiatan P5, MBS Trenggalek Ajari Santri Membuat Produk ini

Siswa MBS Trenggalek Membuat Kemoceng dalam Kegiatan P5/ foto: Candra
mbsmu.com - Para santri  Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek, kelas VII dan VIII SMP Muhammadiyah 1 Trenggalek lakukan kegiatan P5 pada hari Selasa-Rabu (5-6/9/23) pagi.

Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini dilaksanakan untuk menjalankan salah satu program kurikulum merdeka atau kurikulum pancasila serta melatih kemandirian dan kerjasama para siswa. Kegiatan ini dilaksanakan siswa kelas VII dan kelas VIII yang sudah dijadwalkan setiap hari Sabtu mulai pukul 08.00 – 11.50 WIB.  Namun, jika waktu kosong kegiatan P5 ini juga dilaksanakan. Adapun tempat pelaksanaan kegiatan P5 ini yaitu di ruang kelas atau di halaman kampus MBS Trenggalek.

Pengampu kegiatan P5 sudah dijadwalkan setiap minggunya untuk dewan guru SMP Muhammadiyah 1 Trenggalek.  Safrida Hidayatul Azizah, S.Pd, salah satu pengampu P5 menjelaskan, pada tahun pembelajaran ini, SMP Muhammadiyah 1 Trenggalek mengambil 2 tema yaitu bangunlah jiwa dan raga, dan kewirausahaan.

“Tahun ini kita mengambil  dua tema. Bangunlah jiwa dan raga, dan kewirausahaan. Untuk kelas tujuh mengambil tema mengolah bahan sampah organik dan anorganik.  Dan kelas delapan mengambil  tema kewirausahaan dengan hasil sapu lidi, kemoceng dan keset,” jelasnya.

Proses Pembuatan Kemoceng Siswa SMP Muhammadiyah 1 Trenggalek/ foto: Candra
Wahyu Roiyan, S.Pd yang juga pengampu kegiatan P5 ini mengatakan, melalui kegiatan P5 ini kreativitas dan budaya kewirausahaan para siswa akan dikembangkan. Dia juga menjelaskan tujuan dari kegiatan P5 bagi siswa.

“Tujuan kegiatan ini tentunya sama dengan apa yang sudah disampaikan pemerintah.  Yaitu untuk melatih kreativitas dan budaya kewirausahaan serta mengidentifikasi potensi ekonomi di tingkat lokal dan dari identifikasi masalah yang ada,” jelasnya.

Dalam pengembangan potensi tersebut, lanjutnya, ada kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Proses kegiatan P5 dimulai dari penyampaian materi praktik, kemudian siswa menonton video proses pembuatan tali kemoceng dari rafia. Setelah itu, siswa mempraktikkan pembuatan rafia secara kelompok.  Dalam kegiatan ini siswa juga merancang strategi untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal.

Harapan dewan guru dengan adanya kegiatan P5 ini yaitu semoga dapat menumbuhkan karakter siswa dan siswi tentang kreativitas  dan berinovasi. 

"Kegiatan pembelajaran P5 ini juga  menyenangkan, semoga memberikan semangat dan memotivasi mereka untuk kerja keras dan selalu berusaha dalam mencapai tujuan mereka," tandas Wahyu. Tim Redaksi

Bagikan:

0 Komentar

Bergabunglah dalam diskusi

Tinggalkan Komentar