Detail Berita

Baca Berita Muhammadiyah Boarding School Trenggalek

Informasi lengkap seputar kegiatan dan prestasi di lingkungan SekolahKu

Aksi

Menuju Pesantren Sehat: MBS Trenggalek Jadi Panutan

3 August 2024 Admin
Menuju Pesantren Sehat: MBS Trenggalek Jadi Panutan

Kegiatan Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren di MBS Trenggalek/ foto: Alfian

mbsmu.com - MBS Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan pesantren melalui Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPP) yang diadakan pada hari Rabu, 31 Juli 2024 di Mushola Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek, Sumbergedong. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, Arifin, S.Pd.I., M.Pd. selaku Kepala SMP Muhammadiyah 1 Trenggalek, dr. Murti Rukiyandari selaku Kepala Puskesmas Trenggalek, dan Agus Hari Widodo, S.Kep., M.Kep. selaku Kabid PMKB Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek bagian keperawatan dan Tim.

Dihadiri juga dari Santri MBS Trenggalek selaku kader kesehatan termasuk Ketua Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Aqilah Salsabila At-Taufiqi kelas IX-C, dan Sekretaris Poskestren, Chaidyradzika Anindya Pramesti IX-C SMP Muhammdiyah 1 Trenggalek.

Acara dimulai dengan pembukaan, yang dilanjutkan dengan penampilan tari Saman dan nasyid dari santri kelas 3 dan 2. Sambutan-sambutan dari Arifin S.Pd.I., M.Pd., dr. Murti Rukiyandari (Kepala Puskesmas Trenggalek), dan Agus Hari Widodo, S.Kep., M.Kep. (Kabid PMKB Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek) tentang memperkuat pentingnya Poskestren dalam upaya menjaga kesehatan santri.

Pemaparan Hasil Survei Poskestren

Salah satu agenda utama dalam musyawarah ini adalah pemaparan hasil survei mawas diri yang dilakukan oleh pengurus Poskestren MBS Trenggalek. Survei ini melibatkan 89 santri dan mencakup berbagai aspek kesehatan dan kebersihan di lingkungan pesantren

  1. Kebersiha Diri Santri: 100% siswa menunjukkan perilaku menjaga kebersihan diri meliputi menggosok gigi rutin, mandi rutin, rambut bersih, telinga bersih, kuku bersih dan dipotong serta mengenakan pakaian yang bersih.
  2. Mawas Diri Fisik:
  • 100% santri mematuhi kebiasaan buang air besar di WC yang disediakan
  • 100% santri tidak merokok di lingkungan pesantren.
  • 98% santri mendapatkan informasi tentang HIV/AIDS dari petugas kesehatan.
  • 100% santri meminta pertolongan ketika sakit.
  • 55% santri mengikuti program Asuransi Kesehatan (Askes).
  • Santri mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, namun hanya 65% yang memiliki status gizi normal.
  • 34% santri mengalami gejala anemia, menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperbaiki gizi.
  • 75% santri memiliki penglihatan yang normal, dan 98% santri tidak mengalami gangguan pendengaran.
Agus Hari Widodo, memberikan umpan balik penting terkait hasil survei ini, khususnya tentang cara menanggulangi anemia dan kekurangan gizi pada santri. Sistem Poskestren di MBS Trenggalek, yang melibatkan 20 santri "Santri Husada" sebagai role model, juga mendapatkan apresiasi karena telah menjalankan kegiatan sesuai rencana dan memfasilitasi pengelolaan kesehatan dengan baik.

Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek dan Puskesmas Trenggalek juga mengapresiasi kebersihan lingkungan pesantren, terutama kamar tidur santri yang sudah menggunakan dipan, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan sehat.

MBS Trenggalek Sebagai Role Model

Dalam sambutannya, Arifin menegaskan bahwa MBS Trenggalek memiliki visi untuk menjadi role model bagi pesantren-pesantren lain di Kecamatan Trenggalek, terutama dalam pengelolaan kesehatan dan kebersihan. Dengan Poskestren yang aktif, Arifin berharap dapat mempromosikan kesehatan pesantren tidak hanya bagi santri tetapi juga bagi wali santri. Harapan ini juga termasuk mengubah pandangan masyarakat yang menganggap pesantren sebagai tempat yang kumuh, menjadi pesantren yang bersih, sehat, dan nyaman untuk menuntut ilmu.

Sambutan Arifin, S.Pd.I., M.Pd., selaku Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Trenggalek/ foto: Alfian
Musyawarah ini menjadi bukti bahwa MBS Trenggalek serius dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan dan kebersihan di lingkungan pesantren. Langkah-langkah yang telah diambil diharapkan dapat terus ditingkatkan, sehingga MBS Trenggalek dapat menjadi contoh terbaik bagi pesantren-pesantren lain di wilayah Trenggalek. [Tim Redaksi]

Bagikan:

0 Komentar

Bergabunglah dalam diskusi

Tinggalkan Komentar