Detail Berita

Baca Berita Muhammadiyah Boarding School Trenggalek

Informasi lengkap seputar kegiatan dan prestasi di lingkungan SekolahKu

Aksi

Momen Ramadhan: SARIMA MBS Trenggalek Diluncurkan

12 March 2024 Admin
Momen Ramadhan: SARIMA MBS Trenggalek Diluncurkan

Thoriqul Azzam, santri MBS Trenggalek sedang praktik Khitobah/ foto: Alfian
Santri Rihlah Ramadhan (SARIMA) diluncurkan dalam rangka mendukung keberhasilan program kerja dan tercapainya Pendidikan Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 21 hari di bulan suci Ramadhan tahun1445 Hijriah di beberapa Masjid dan Mushalla Kabupaten Trenggalek, antara lain: Trenggalek, Pogalan dan Tugu.

Mujiarto, M.Pd.I selaku Wakil Direktur Bidang Kurikulum MBS Trenggalek, menjelaskan tentang SARIMA dan tujuan diadakannya SARIMA.

“SARIMA itu artinya Santri Rihlah Ramadhan. Kegiatan santri di bulan Ramadhan tahun ini dalam rangka bakti kepada masyarakat dengan menjadi imam tarawih dan witir serta muballigh di masjid dan mushalla di luar pondok,” tuturnya.

“Tujuan diadakannya SARIMA, pertama, untuk melatih santri dalam menerapkan ilmu yang sudah diperoleh dari pondok tentang tahfidz dan muhadarah. Ilmu tersebut akan ditampilkan di masyarakat nyata yang bukan lingkungan pondok. Kedua, untuk ikut berperan bakti kepada masyarakat dari MBS dalam dakwah di bulan ramadhan,” lanjut Ustadz Muji, panggilan akarabnya.

Santri yang diterjunkan untuk kegiatan Santri Rihlah Ramadhan ini yakni kelas 4 dan 5 (X dan XI) MA Muhammadiyah Trenggalek.  Mujiarto menungkapkan, santri kelas 4 dan 5 ini secara mental dan penguasaan materi sudah mumpuni untuk terjun ke masyarakat.

“Secara mental dan penguasaan materi kelas 4 dan 5 lebih mumpuni. Jadi, ketika tampil dan disuguhkan ke masyarakat, mereka sudah matang dan sudah siap dalam mengemban amanah dan misi dari SARIMA,” ungkap Kepala MA Muhammadiyah Trenggalek itu.

Mujiarto juga berharap, dari program Santri Rihlah Ramadhan ini, santri dapat mengembangkan diri di dunia nyata dan siap terjun di masyarakat setelah santri lulus dari MBS Trenggalek.

“Harapan saya, semoga program ini menjadi sarana pengembangan diri para santri di dunia nyata. Sehingga ketika mereka lulus dan kembali kepada masyarakat umum, mereka sudah siap dengam segala sesuatunya.  Dan juga untuk sarana menunjukkan pada masyarakat hasil yang diperoleh dari belajar di dunia pondok, supaya mayoritas menitipkan anaknya untuk belajar di pondok pesantren,” harapnya. [Tim Redaksi]

Bagikan:

0 Komentar

Bergabunglah dalam diskusi

Tinggalkan Komentar